Inovasi Baru ! Pelatihan Pembuatan Bahan Bakar Dari Sampah Laut Oleh Dosen Teknik UMRAH

0
23

Bintan, 17 Agustus 2018. Sebagai wujud Tridarma Perguruan Tinggi, Dosen Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji gelar Pelatihan Technopreneurship bersama masyarakat pesisir dan sejumlah guru serta siswa di Desa Malangrapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis 16/08/2018.

Kegiatan dalam tema “Pelatihan Technopreneurship Masyarakat Pesisir Melalui Pengolahan Limbah Sargasum” dipandu oleh Dosen program Studi Informatika Eka Suswaini, ST.,MT., Alena Uperiati ST.,M.Cs., Nola Ritha ST.,M.Cs, dan mahasiswa Fakultas Teknik Ade Faturrahman dan Dira Rahmayani di SMPN 20 satu atap Pulau Pucung. Menurut Ketua Tim Pengabdian, Eka Siswaini,ST.,MT bahwa potensi kekayaan laut di Kepulauan Riau (Kepri) ini sangat luas. Bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat adalah limbah sampah yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

“Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat mengetahui bahwa salah satu sampah yang mengotori tepi pantai tersebut yaitu sargasum bisa dioptimalkan menjadi bahan bernilai tinggi dengan mengolahnya menjadi produk konsumtif yang bisa diperjualbelikan,” ujar Eka Suswaini.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menurut Eka, sargasum ,mengandung Karbohidrat (19,06 %), Protein (5,53 %), Lemak (0,74 %), Air (11,71 %), Abu (34,57 %) dan Serat Kasar (28,39 %). Dari kandungan sargasum ini bisa diolah kembali menjadi briket.

Kegiatan pengabdian ini sudah memasuki 2 bulan di mulai  dari survey lokasi, penelitian tentang sargasum, sosialisasi menemui pihak-pihak terkait di Malangrapat dan juga sampai ke praktek pembuatan briket arang dari limbah sargasum. Adapun pembuatan briket dari pengelolaan sargasum menjadi briket/arang sebagai alternatif bahan bakar, pengganti minyak dan gas dari sumber sampah di tepi laut. Manfaat lain dari sargasum bisa diolah menjadi pupuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun tanggapan para peserta pelatihan, berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan kehadiran Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bisa membantu di tengah masyarakat dari berbagai masalah yang dihadapi saat ini. “Kalo tidak ikut pelatihan ini maka tidak tau manfaat dari sampah – sampah yang ada di tepi pantai, ternyata ada manfaatnya dan bisa di produksi serta bisa dijual atau digunakan sendiri pengganti bahan bakar kayu maupun minyak. “ ujarnya.

Diharapkan dari pelatihan yang dilakukan masyarakat dan peserta pelatihan dapat :

  1. Memanfaatkan potensi alam yang tidak atau belum di optimalkan menjadi produk yang berguna dan bernilai jual
  2. Membantu pemerintah dalam program meningkatkan produktifitas
  3. Mengganti bahan bakar minyak dan arang kayu dengan briket dari bahan limbah yang kaya manfaat tetapi rendah polusi dan tidak merusak alam

Saran dari ketua pelaksana kegiatan Eka Suswaini ST.,MT., kepada peserta yang hadir yaitu “jika ada masyarakat yang menemukan atau memiliki potensi yang bisa dikembangkan berguna untuk kesejahteraan masyarakat, Tim Tridarma perguruan Tinggi UMRAH siap membantu mengembangkannya jika membutuhkan bantuan “ tutur beliau.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here